You need to enable javaScript to run this app.

MTsN 2 Kota Bandung Akselerasi Pemutakhiran Data dan Kurikulum Berbasis Cinta

  • Selasa, 28 April 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
MTsN 2 Kota Bandung Akselerasi Pemutakhiran Data dan Kurikulum Berbasis Cinta

MTsN 2 Kota Bandung Akselerasi Pemutakhiran Data dan Kurikulum Cinta

​Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Bandung menggelar rapat koordinasi krusial bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan pada Selasa (28/4/26) guna memastikan percepatan administrasi digital dan penguatan karakter siswa. Pertemuan yang berlangsung di ruang guru ini memfokuskan pembahasan pada tiga poin utama: pemutakhiran data kepegawaian melalui aplikasi SIMPEG dan siASN, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta internalisasi slogan baru "Kemenag Berdampak" untuk mendongkrak mutu kinerja instansi.

​Pihak madrasah memberikan instruksi tegas agar seluruh pegawai segera menuntaskan validasi data di platform digital paling lambat akhir pekan ini. Langkah ini diambil untuk sinkronisasi data nasional yang menjadi dasar kebijakan pengembangan SDM di lingkungan Kementerian Agama. Selain urusan birokrasi, MTsN 2 juga mulai mengadaptasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya menciptakan ekosistem belajar yang lebih humanis, di mana pendekatan kasih sayang menjadi fondasi utama dalam transfer ilmu pengetahuan di kelas.

​Kepala MTsN 2 Kota Bandung, Tendi Setiadi, menekankan bahwa integrasi antara ketertiban administrasi dan inovasi kurikulum adalah kunci menuju madrasah yang unggul. "Kami menargetkan seluruh data SIMPEG dan siASN rampung seratus persen pekan ini karena akurasi data adalah cermin profesionalisme. Di sisi lain, Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar teori, melainkan komitmen kita untuk mendidik dengan hati agar siswa merasa nyaman dan dihargai," ujar Tendi.

​Melalui rapat ini, seluruh civitas akademika diharapkan mampu mengejawantahkan slogan "Kemenag Berdampak" dalam pelayanan sehari-hari kepada masyarakat dan peserta didik. Tendi menambahkan bahwa perubahan pola kerja harus dirasakan manfaatnya secara nyata. "Slogan baru ini menuntut kita untuk bekerja lebih efektif; setiap program yang kita jalankan di madrasah harus memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh siswa dan orang tua," pungkasnya.

Kontributor: Anis Lathifah Ulfah

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Drs. H. Tendi Setiadi, M.MPd.

- Kepala Madrasah -

...

Informasi